Sabtu, 23 April 2011

sial siul sualudin

alkisah judul hari saya 12 jam terakhir adalah sualudin alias kesialan tanpa batas, 

entah kenapa dinamakan seperti itu, mungkin ada hubungannya dengan sesosok udin yang begitu menginspirasi dengan lagu kebangsaannya yang sangat ngetop di kalangan penggemar2nya yang ababil.. termasuk saya tentunya ohhoho..

saya sudah berencana mau menulis tentang unek2 hari ini,, tapi kok saya nggak pandai cerita,, tapi mengingat blog ini paling2 yang membaca cuma saya,,, jadi ya sudah disampaikan saja lah.. nggak dinilai ini..

jadi tadi pas pulang dari stan saya melewati perjalanan yang penuh perjuangan yang berdarah-darah,, hingga setelah puas opar oper beraneka angkot dan metromini, saya naik bus 45 jurusan cawang..
masuklah seorang mas2 pengamen,, dan berposelah membelakangi saya sambil memerankan peran ksatria bergitar..

selama mas2nya nyanyi saya sibuk ngobrol ngalor ngidul dengan oknum teman saya yang berinisial d 1 s n 4,, 
kami ngabsen bahan pembicaraan mulai dari parfum murahan sampai  pemerintahan bapak susilo bambang yudhoyono (yg ini iya nggak ya?)
was wes wos,, perbincangan berlangsung dengan selamat tanpa jeda suatu apa

setelah selesai satu lagu didendangkan, tiba2 sang pengamen bergitar menoleh ke arah kami,, seraya berkata dengan bijak namun penuh gejolak

"mbak kalo ngobrol jangan kenceng2 ya, ini saya ngamen sendiri, atau kalo nggak kita gantian aja, saya yang duduk mbak yang nyanyi...."

JEGEERRRRR.....!!
dosen pun belum pernah memperlakukan saya seperti itu..
saya tidak habis pikir akan mendapat perkataan seperti itu dari pengamen,
emang ada larangannya dilarang ngobrol saat pengamen sedang berkarir?
wah dipukul dengan telak ini,,


trus abis itu masih dikatain lagi sama orang,..... katanya kamu kaya cewe ** *****,

sakit deh,

terserah anda mau ngomong apa, bukan gitu caranya ngasih tau aku!

tapi yaudahlah..
 
kadang2 memang harus mendengarkan hal yang tidak ingin didengarkan dan melakukan hal yang saya rasa tidak perlu..
karena memaksa itu memang ada berbagai macam cara,
ketika seseorang berkata, 

"saya ikhlas melakukannya untukmu,,"

bisa berarti juga,

"saya terpaksa melakukannya untukmu karena saya tidak ingin menghadapi konsekuensi yang ada ketika saya tidak melakukannya... dan berilah sedikit penghargaan untuk ini, karena ini buat kamu,, dan saya bahagia bisa melakukannya.."

cara memaksa yang licik bukan..

tapi terpaksanya relatif lho,, ada yang beraaat,, ada yang medium,, dan ada yang biasa saja.. jadi jangan dipukul rata kalo semuanya kok kayaknya terpaksa banget...


eh,,,, nggak penting kayaknya deh ceritanya...maaf ya udah terlanjur...

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design